Kamis, 25 Juni 2020

Buat Website dengan Domain .Com Termurah Se-Indonesia, Ini Perbedaannya dengan Domain .Id

Buat Website dengan Domain .Com Termurah Se-Indonesia, Ini Perbedaannya dengan Domain .Id

Pernah mendengar istilah domain? Apakah Anda sudah tahu apa itu domain? Di bidang ilmu komputer, domain adalah alamat website. Domain terdiri dari nama domain dan ekstensi domain. Agar website Anda mudah ditemukan dan mudah diingat, Anda bisa menggunakan nama domain yang unik dan ekstensi domain .com murah.

Kenapa harus menggunakan domain .com? Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Alasan utamanya karena domain ini begitu populer di dunia. Ketika orang berbicara tentang website, yang ada dalam pikiran mereka adalah alamat website dengan akhiran .com. Karena itulah, mayoritas website yang ada menggunakan ekstensi ini, baik untuk personal blog, toko online, profil perusahaan, hingga media sosial.

Perbedaan Ekstensi .com dan Ekstensi .id

Di Indonesia sendiri, ada ekstensi domain khusus yang bisa digunakan, yaitu ekstensi .id. Ini merupakan domain khusus Indonesia dan menjadi identitas asal negara website tersebut. Ekstensi ini bisa berdiri sendiri, bisa juga digabung dengan ekstensi lainnya, seperti .go.id, .co.id, dan sch.id.

Lalu, apa bedanya ekstensi .com dan ekstensi .id? untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini ada ulasan lebih lengkap mengenai perbedaan kedua domain ini.

1. Domain .com bisa dimiliki oleh seluruh orang di dunia

Domain .com bukan merupakan identitas suatu negara sehingga domain ini bisa dimiliki oleh seluruh orang di dunia. Tidak ada batasan negara untuk menggunakan domain ini. 

2. Domain .id hanya bisa dimiliki di Indonesia

Domain .id merupakan domain identitas negara Indonesia. Website yang menggunakan domain ini berarti pemiliknya adalah Warga Negara Indonesia. jika digunakan oleh suatu lembaga atau perusahaan, berarti perusahaan tersebut ada di Indonesia.

3. Domain .com harganya relatif lebih murah

Harga domain .com relatif lebih murah dibandingkan domain .id. Meskipun domain ini termasuk TLD yang sangat populer, domain .com murah bisa Anda temukan dengan mudah di penyedia jasa hosting dan domain seperti DomaiNesia. 

4. Domain .id harganya masih mahal

Dibandingkan domain .com, harga domain .id masih relatif mahal. Namun harga yang ditawarkan sebanding dengan citra dari domain ini.

5. Domain .com syaratnya mudah

Untuk bisa menggunakan domain .com murah, syaratnya sangat mudah. Tidak ada syarat khusus untuk menggunakan domain ini. Selama Anda mampu membayar, Anda bisa menggunakannya.

6. Domain .id syaratnya cukup rumit

Ada persyaratan khusus yang harus Anda penuhi untuk bisa menggunakan domain .id, seperti KTP. Jika Anda mengatasnamakan perusahaan atau lembaga, Anda perlu melampirkan NPWP dan nomor SIUP. Cukup rumit, kan? 

7. Domain .com lebih populer

Domain .com jauh lebih populer dibandingkan domain .id. Domain ini juga sudah ada sejak lama sehingga banyak website yang sudah memakai domain ini.

8. Domain .id lebih kredibel

Meskipun kalah pamor dibandingkan domain .com, domain .id menawarkan citra yang baik. Persyaratan yang cukup rumit membuat domain .id hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang sesuai dengan persyaratan. Dengan demikian, citra yang ditunjukkan lebih kredibel.

Demikian perbedaan domain .com dan domain .id. Kedua domain ini sama-sama bagus untuk digunakan. Anda tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Jika Anda ingin memiliki domain yang mudah persyaratannya dan harganya relatif murah, Anda bisa memilih domain .com murah. Jika Anda ingin menunjukkan identitas kebangsaan dan ingin terlihat lebih kredibel, Anda bisa menggunakan domain .id. Jika Anda bingung, tidak ada salahnya menggunakan kedua domain ini.

Selasa, 23 Juni 2020

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memilih Asuransi Pendidikan

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memilih Asuransi Pendidikan

Untuk mendukung cita-cita anak, Anda bisa mengantarkan ia ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ini tentu saja tidak mudah karena biaya pendidikan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Jika Anda ingin mempersiapkan biayanya sejak dini, tidak ada salahnya untuk menggunakan layanan asuransi pendidikan yang bagus. Dengan asuransi, Anda bisa membantu anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa depan.
Saat ini, banyak sekali lembaga atau perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi pendidikan dengan kelebihan yang bervariatif. Anda tentu saja harus memilih jenis asuransi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai Anda tidak tahu manfaatnya, sehingga produk tersebut hanya akan merugikan Anda, khususnya dalam keuangan.

Untuk menggunakan asuransi pendidikan, berarti Anda siap untuk membayar premi setiap bulannya. Ini tentu harus disesuaikan dengan kemampuan finansial Anda. Sesuaikan biaya premi dan masa tenor agar Anda kondisi keuangan Anda tetap stabil.

Memilih Asuransi Pendidikan

Namun, jauh sebelum membahas biaya premi dan masa tenor, sebaiknya Anda mempertimbangkan hal-hal di bawah ini sebelum menggunakan asuransi pendidikan.

1. Menentukan Sekolah Anak

Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah menentukan sekolah anak. Ini sangat penting agar Anda bisa mempersiapkan biaya dengan nominal yang sesuai dengan tujuan. Tentukan apakah anak akan masuk ke sekolah negeri atau swasta. Umumnya, biaya sekolah negeri akan lebih murah dibandingkan dengan swasta.

Setelah menentukan sekolah anak, Anda bisa mengira-ngira biaya yang harus dikeluarkan nantinya. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah menentukan biaya premi dan uga masa tenor.

2. Menghitung Biaya Sekolah

Setelah menentukan sekolah atau perguruan tinggi mana yang akan diambil, hitunglah semua biaya sekolahnya. Buatlah rincian biaya mulai dari biaya SPP, biaya bangunan, asrama, seragam, ospek, dan masih banyak lagi. Jangan lupa untuk menghitung semua biaya tersebut sampai anak lulus sekolah. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah untuk memperkirakan besaran biaya yang harus dikeluarkan nanti.

3. Mempersiapkan Dana Sedini Mungkin

Sebelum menggunakan layanan asuransi pendidikan yang bagus, sebaiknya Anda sudah mempersiapkan dana sedini mungkin. Bahkan, Anda bisa mempersiapkan dana tersebut sejak anak masih dalam kandungan. Semakin lama Anda menabung, semakin banyak juga dana yang dikumpulkan. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir untuk biaya pendidikan anak di masa depan.

4. Memilih Perusahaan Asuransi Pendidikan

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memilih asuransi pendidikan yang kredibel. Sebaiknya, jangan terburu-buru dalam memilih lembaga atau perusahaan asuransi tersebut. Lakukan survei jauh-jauh hari dan cari referensi asuransi pendidikan sebanyak-banyaknya. Bandingkan, apa saja kekurangan dan kelebihan dari masing-masing produknya.

Selain itu, jangan lupa juga untuk memilih perusahaan asuransi yang kredibel. Anda bisa mengeceknya apakah perusahaan tersebut ada dalam pengawasan OJK atau tidak. Pastikan juga testimoni dari nasabah lain menunjukan respon yang positif.

5. Mengetahui Manfaat Asuransi

Asuransi tentu saja tidak sekedar memberikan jaminan pendidikan di masa depan. Anda harus memahami syarat dan ketentuan yang berlaku di setiap perusahaan asuransi. Selain itu, pahami juga istilah-istilah yang sering digunakan dalam asuransi. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih dari asuransi tersebut.

Itulah lima hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih asuransi pendidikan yang bagus. Untuk mendapatkan asuransi pendidikan terbaik, Anda bisa mengunjungi https://www.generali.co.id/id/pendidikan. Generali menyediakan asuransi pendidikan terbaik untuk membantu mewujudkan cita-cita Anda di masa depan.

Selasa, 16 Juni 2020

Tips dan Cara Mencuci Masker Kain dengan Benar

Tips dan Cara Mencuci Masker Kain dengan Benar

Demi menekan penyebaran virus corona, pemerintah mengeluarkan himbauan untuk mengenakan masker. Masker ini wajib dikenakan oleh orang yang sehat maupun orang yang sakit. Untuk jenis maskernya, pemerintah menyarankan untuk menggunakan masker kain.

Kenapa masker dari kain? Kenapa bukan masker bedah? Saran ini didasari oleh harga masker bedah yang melambung tinggi sejak pandemi corona. Harganya mencapai 10 kali lipat. Banyak juga oknum yang menimbun masker bedah sehingga menyebabkan masker ini langka di pasaran.

Karena alasan itulah kemudian pemerintah mengeluarkan himbauan bagi masyarakat yang bukan tenaga medis untuk mengenakan masker kain saja. Sedangkan untuk para tenaga medis agar tetap mengenakan masker bedah karena mereka kontak langsung dengan para pasien positif corona setiap hari.

Masker dari kain termasuk dalam kategori masker non medis. Kelebihan dari masker ini adalah bisa dicuci untuk kemudian dipakai kembali. Jadi pemakaian masker ini akan jauh lebih hemat karena bisa dipakai berulang-ulang dan harganya juga sangat murah.

Tips Mencuci Masker

Masker dari kain bisa dicuci dan bisa dipakai berulang kali. Untuk mencucinya, Anda tidak boleh sembarangan agar masker benar-benar bersih dan steril. Lalu, bagaimana cara mencuci masker kain yang benar? Berikut tipsnya.

1. Gunakan air hangat
Yang pertama gunakan air hangat untuk mencuci masker. Air hangat dinilai lebih mampu menghilangkan partikel virus dan bakteri yang menempel di masker daripada menggunakan air dingin.

2. Pemilihan detergen
Gunakan deterjen untuk merendam masker. Kalau perlu gunakan pemutih agar masker lebih steril.

3. Jemur di bawah sinar matahari langsung
Setelah selesai dicuci, jemur masker di bawah sinar matahari langsung. Sinar matahari dipercaya mampu membunuh virus yang hidup di masker.

4. Simpan masker di tempat yang kering
Jika sudah kering, simpan masker di tempat yang bersih dan tidak lembab. Karena tempat yang lembab adalah sarang bakteri dan kuman.

Itulah 4 tips mencuci masker kain yang bisa Anda terapkan titik secara lengkap berikut ini langkah-langkah mencuci masker:

  1. Siapkan air panas bersuhu 60-65 derajat celcius, kemudian tambahkan detergen
  2. Rendam masker ke dalam campuran air dan detergen tersebut
  3. Setelah beberapa saat, kucek masker sampai bersih dan bebas dari kotoran
  4. Bilas masker di bawah air mengalir sampai tidak ada busa yang tersisa
  5. Jemur masker di bawah sinar matahari
  6. Setelah kering, Anda bisa menyetrika masker dengan suhu panas untuk membunuh virus dan bakteri yang mungkin menempel
  7. Simpan di tempat yang kering dan bersih

Itulah informasi mengenai cara mencuci masker kain yang benar agar bersih dan steril. Kenakan masker Ketika Anda keluar rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun dan hindari kerumunan. Meskipun Anda bosan di rumah, itu jauh lebih baik daripada terkena virus Corona.

Senin, 01 Juni 2020

Siapa dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Bayar Zakat Fitrah?

Bayar Zakat Fitrah

Ketika bulan Ramadhan tiba, seorang muslim wajib membayarkan atas dirinya sebuah zakat fitrah. Sesuai dengan syariat Islam, kewajiban ini harus dijalankan oleh orang-orang yang sudah memenuhi syarat berzakat dan harus dikeluarkan sebelum bulan Syawal tiba. Jadi, ketika sholat Idul Fitri akan dilaksanakan, maka ditutuplah batas waktu pengumpulannya. Lalu, siapa dan kapan waktu yang tepat untuk bayar zakat fitrah? Yuk, kita ikuti ulasannya.

Siapa yang Wajib Bayar Zakat Fitrah?

Berbicara mengenai hukum zakat fitrah, hukumnya memang wajib untuk muslim namun hanya dikhususkan untuk golongan tertentu saja. Jadi, tidak semua orang harus membayar zakat fitrah. Adapun mereka yang dibebaskan dari kewajiban ini adalah mereka yang fakir miskin dan yang benar-benar tidak mampu membayar zakat. Oleh karena itu, sangat salah jika dikatakan zakat fitrah sangat memberatkan kaum muslim.

Sebaliknya, zakat fitrah justru menjadi ajang saling tolong menolong antara satu muslim dengan muslim lainnya. Mereka yang mampu dan membayar zakat fitrah akan mengumpulkannya ke Petugas Zakat. Nantinya, zakat akan dibagi lagi kepada mereka yang lebih membutuhkan yang mana kriterianya sudah disaring sedemikian rupa oleh panitia.

Perintah wajib menunaikan zakat fitrah ini ada dalam Hadits Riwayat Abu Daud, Ad Daruquthni yang mana mengutip Ibnu Abbas ra dan dishahihkan oleh Al Abani. Di dalam Hadits tersebut, Rasulullah bersabda bahwa membayar zakat fitrah adalah wajib untuk membersihkan segala perbuatan yang sia-sia dan ucapan yang jorok bagi mereka yang berpuasa, serta menjadi sumber makanan untuk mereka yang miskin.

Jika ditanya siapa yang wajib bayar zakat, maka jawabannya adalah orang-orang yang mampu. Mampu disini maksudnya adalah mereka yang bisa membeli bahan makanan lebih dari satu sha’ selama sehari semalam ketika hari raya tiba. Adapun bahan makanan tersebut harus selain bahan makanan untuk dirinya sendiri dan juga keluarganya. Jadi boleh dibilang, muslim yang berkecukupan dan mampu menafkahi keluarga lah yang berzakat fitrah.

Namun dijelaskan lagi oleh beberapa ulama, bahwa tidak hanya mereka yang dalam artian kaya raya saja yang harus bayar zakat. Setiap muslim yang masih hidup setelah terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadhan sejatinya memang lebih baik membayar zakat fitrah. Bahkan, ketika seorang muslim meninggal setelah matahari terbenam, dia pun tetap terkena kewajiban membayar zakat fitrah.

Lalu, bagaimana dengan anak yang lahir sesudah matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan? Jawabannya berbeda dari mereka yang meninggal, bayi yang lahir setelah matahari terbenam tidak diharuskan bayar zakat.

Selain keadaan tersebut, muslim yang menjadi kepala keluarga, selama ia mampu membayar, ia pun harus membayar zakat fitrah untuk dirinya dan juga untuk keluarga yang menjadi tanggungannya. Jadi ketika ada seorang suami dengan satu istri dan dua anak yang masih sanggup mencari nafkah, maka ia wajib membayar zakat dirinya, zakat istrinya, dan zakat dua anaknya.

Kapan Waktu yang Tepat Membayar Zakat Fitrah?

Ada alasan mengapa Allah meminta hamba-Nya untuk melakukan zakat fitrah. Selain membersihkan dosa seperti yang sudah disebutkan di atas, rupanya zakat fitrah juga menjadi penanda bahwa muslim yang berzakat tersebut kembali suci bak bayi yang baru lahir di bulan Syawal datang. Selain itu, zakat juga menjadi jalan untuk membersihkan rezeki mereka dan menjadi jalan bersedekah kepada sesama saudara muslim lainnya.

Adapun waktu yang tepat untuk berzakat fitrah adalah mulai terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan hingga paling maksimal sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Apalagi Anda menyerahkan zakat sesudah Shalat Ied, maka konteksnya sudah menjadi zakat biasa dan bukan zakat fitrah.

Demikian ulasan tentang bayar zakat. Semoga bermanfaat.